1.1.a.6 Refleksi Terbimbing - Refleksi Filosofi Pendidikan KHD

1.  Apa pengetahuan dan pengalaman baru yang saya dapat setelah mempelajari pemikiran/filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara

Pendidikan adalah tempat bersemainya benih-benih kebudayaan dan keberadaban yang harus kita tanamkan kepada anak cucu kita (siswa) dan kita sebagai guru harus menjadi seorang ‘petani’ yang mampu menuntun tumbuhnya ‘padi’ dengan baik melalui pendidikan dan pengajaran di sekolah. Pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan perkembangan budi pekerti (kekuatan batin), fikiran (intelek) dan jasmani anak-anak, dengan maksud supaya kita memajukan kesempurnaan hidup, yakni kehidupan dan penghidupan anak-anak, selaras dengan alamnya dan masyarakatnya. Semboyannya yang terkenal ialah tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan), ing madya mangun karsa (di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa), ing ngarsa sung tulada (di depan memberi teladan). Bagian depan dari semboyannya, tut wuri handayani, menjadi slogan Departemen Pendidikan Nasional Ki Hajar memandang siswa atau peserta didik adalah manusia yang mempunyai kodratnya sendiri dan juga kebebasan dalam menentukan hidupnya. Pandangan Ki Hajar tentang siswa yang tidak mengekang kebebasan siswa ini sesuai dengan pandangan humanistik terhadap siswa. Aliran humanistik ini membantu siswa dalam mengembangkan potensinya dan membiarkan siswa belajar dari pengalaman yang dialaminya sendiri. Ki Hajar Dewantara mengemukakan Panca Dharma. Panca Dharma secara umum berarti lima asas. Lima asas pemikiran yang terhimpun dalam konsepsi tersebut adalah: asas kodrat alam, asas kemerdekaan, asas kebudayaan, asas kebangsaan, dan asas kemanusiaan Dari sudut pandang isinya, pendidikan yang digagas oleh Ki Hadjar Dewantara memiliki kriteria-kriteria yang secara eksplisit mengandung enam unsur, yaitu: 1) pendidikan kebebasan (merdeka), 2) pendidikan kemanusiaan (humanisme), 3) pendidikan spiritual (kodrat alam), 4) pendidikan budi pekerti, 5) pendidikan sosial (kekeluargaan) dan 6) pendidikan kepemimpinan (Tut Wuri Handayani) Bahkan, berbagai aspek yang terkait dengan pendidikan seperti visi, misi, tujuan, kurikulum, metode, dan tahapan pendidikan lainnya harus dirumuskan berdasarkan kemauan bangsa Indonesia yang berasal dari berbagai suku, etnis, dan budaya yang beraneka ragam. Sehingga gagasan dan pemikiran dari Ki Hadjar inilah yang kemudian menjadi acuan penyelenggaraan pendidikan nasional hingga sekarang ini. konsep Sistem Among (sistem pengajaran) dan Kodrat Alam (kehendak alam) juga merupakan buah gagasan dari pemikirannya. Bapak Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara merangkum konsep yang dikenal dengan istilah Among Methode atau sistem among. Among mempunyai pengertian menjaga, membina dan mendidik anak dengan kasih sayang. Pelaksana among (momong) disebut Pamong, yang mempunyai kepandaian dan pengalaman lebih dari yang diamong. Guru atau dosen di Taman Siswa disebut pamong yang bertugas mendidik dan mengajar anak sepanjang waktu. Tujuan sistem among membangun anak didik menjadi manusia beriman dan bertakwa, merdeka lahir batin, budi pekerti luhur, cerdas dan berketerampilan, serta sehat jasmani rohani agar menjadi anggota masyarakat yang mandiri dan bertanggung jawab atas kesejahteraan tanah air serta manusia pada umumnya

2. Apa kekuatan saya dalam menerapkan pengetahuan dan pengalaman baru ini?

Sesuai dengan spirit Ki Hadjar Dewantara dalam memajukan pendidikan Indonesia, maka saya pun harusmeneladaninya sebagai satu kekuatan dasar sebagai pendidik. Spirit itu antara lain saya harus memiliki motivasi belajar yang tinggi atau berjiwa pembelajar; Mau menjadikan diri lebih baik; mau berubah menjalankan hal-hal baru sesuai filosofi Ki Hadjar Dewantara.

3. Apa hal-hal yang perlu diubah dari diri saya agar dapat menerapkan pengetahuan dan pengalaman baru sesuai filosofi KHD?

Semangat untuk menjadikan siswa sebagai subjek belajar. Pembelajaran yang sebelumnya berpusat pada guru, harus diubah untuk berpusat pada siswa. Pembelajaran yang sebelumnya semuanya guru yang menentukan dan menjadwalkan segala proses belajar, diubah menjadi anak yang menentukan sendiri kegiatan, aktivitas dan jadwal belajarnya. Saya hanya dapat menuntun atau sebagai fasilitator dan motivator. Pembelajaran yang sebelumnya hanya guru dan buku paket saja sumber pengetahuan menjadikan pengalaman siswa juga sumber pengetahuan yang berarti. Pembelajaran yang sedapat mungkin menuntun anak sesuai dengan kodrat alam dan zamannya. Diyakini bahwa pendidikan itu bersifat dinamis apa yang saya dapatkan di masa lampau perlu disempurnakan di masa sekarang. Karena ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang sehingga dalam pembelajaran juga perlu disesuaikan dengan zaman sekarang

4. Apa perubahan konkret yang akan saya lakukan setelah memahami filosofi Ki Hadjar Dewantara?

  • Yang pertama sekali yang saya lakukan adalah mengubah mindset dari guru yang selalu menuntut menjadi
  • guru yang menuntun.
  • Selalu memahami karakter siswa sesuai dengan kodrat alamnya.
  • Melaksanakan pembelajaran yang berpihak pada siswa
  • Pembelajaran sebagai aktivitas bermain
  • Mendidik anak sesuai dengan kodrat zamannya
  • Yang tidak kalah pentingnya adalah selalu menjadi panutan atau teladan bagi peserta didik.

Komentar