Program Sesi Berbagi dan Berkolaborasi PembaTIK Level 4 Tahun 2022
Oleh
Maximus Wanar, S.Pd
Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
SMP Negeri 2 Lamba Leda, kabupaten Manggarai Timur, NTT
Sertifikasi:
Trainer Quizizz
GCE Level 1
CGP Angkatan 4
Ad. 1 Program Berbagi dan Berkolaborasi Pembatik Level 4 Tahun 2022
Latar belakang
Kebijakan merdeka belajar yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) merupakan salah satu dari sekian dampak dari kemajuan dan perkembangan yang pesat dari Teknologi informasi dan Komunikasi (TIK). Atau dengan kata lain pengaruh perkembangan TIK mau tidak mau perlu transformasi dalam pendidikan yakni melalui kebijakan merdeka belajar. Kebijakan ini tentu memiliki tujuan mewujudkan pendidikan yang berkualitas terutama untuk guru, peserta didik dan metode pembelajaran. Dalam dunia pendidikan TIk berarti ketersediaan saluran atau sarana yang dapat dipakai atau diakses untuk mendukung program pendidikan. Sebagai contoh dalam dunia pendidikan sekarang adalah tersedianya berbagai platform digitalisasi untuk seperti Rumah Belajar, Platform Merdeka mengajar, SIPlah, ARKAS, Rapor Pendidikan. Berbagai platform digitalisasi tersebut diharapkan dapat menjadi acuan untuk mengidentifikasi, merefleksi dan membenahi kualitas pendidikan Indonesia secara menyeluruh. Agar seluruh platform digital dan TIK dalam pembelajaran tersebut dapat dimanfaatkan baik oleh guru maupun siswa, maka sangat perlu bagi guru untuk mengikuti kegiatan atau program pemanfaatan TIK dalam pembelajaran, yang pada akhirnya disingkat dengan PembaTIk (Pembelajaran berbasis TIK).
Menjawab harapan pemerintah dalam hal ini Kemendikbud Ristek dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui pemanfaatan TIK dalam pembelajaran, maka saya sebagai guru harus menjadi garda terdepan dalam menangkap program. Program PembaTIK menurut hemat saya merupakan program yang sangat spektakuler dalam upaya meningkatkan kualitas atau kompetensi guru dalam memanfaatkan TIK.
Pada tahun 2022 ini saya mengikuti kegiatan PembaTIK (Pembelajaran berbasis TIK) yang dijalankan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui Pusdatin (Pusat data dan Informasi), dengan satu harapan bahwa saya dapat memanfaatkan TIK dalam kegiatan pembelajaran. Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran merupakan cara-cara untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, mengembangkan keterampilan dalam bidang TIK, dan meningkatkan efektivitas, efisiensi dan kemenarikan proses pembelajaran. Pemanfaatan TIK juga dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar, berpartisipasi dalam kelas, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta meningkatkan rasa tanggung jawab dan kolaborasi.
PembaTIK merupakan program peningkatan kompetensi TIK yang mengacu pada kerangka kerja peningkatan kompetensi TIK Guru UNESCO. Standar kompetensi TIK ini terdiri dari 4 level, yaitu level literasi, implementasi, kreasi, dan level berbagi dan berkolaborasi (4i leveling).
Meningkatkan kompetensi literasi TIK
Meningkatkan kompetensi implementasi TIK
Meningkatkan kompetensi kreasi TIK
Meningkatkan kompetensi berbagi dan berkolaborasi
Mendapatkan sertifikat pada setiap level dengan skala nasional
Berkesempatan menjadi Duta Rumah Belajar
Setelah melalui 3 level sebelumnya (literasi, implementasi, kreasi) sekarang saya berada di level 4 (level berbagai dan berkolaborasi). Adapun tugas yang diembankan pada peserta level 4 ini adalah mengisi jurnal karya tulis ilmiah atau membuat karya tulis ilmiah populer. Selain itu peserta juga diharapkan mau berbagi dan berkolaborasi dalam media sosial dengan memanfaatkan vlog atau blog. Ada pun yang saya lakukan setelah saya ditetapkan sebagai peserta pembaTIK level 4 (berbagi dan berkolaborasi) adalah
Saya mendatangi Dinas pendidikan Kabupaten Manggarai Timur yakni Kepala Dinas, Sekretaris Dinas, Kepala Bagian Kepegawaian dan Kepala Seksi PTK. Tujuan dari kegiatan yang saya lakukan ini adalah melapor diri sebagai peserta PembaTIK tahun 2022, dan meminta dukungan berupa surat tugas untuk melakukan kegiatan berbagi dan berkolaborasi dengan sekolah di sekitar tempat saya mengabdi terutama di Kecamatan Lamba Leda Utara.
Saya melapor diri kepada Kepala sekolah untuk meminta izin melakukan kegiatan berbagi dan berkolaborasi dengan rekan guru di sekolah dan di sekolah lainnya.
Saya melakukan inovasi pembelajaran yakni pemanfaatan media TIK dalam pembelajaran bersama siswa
Saya melakukan kegiatan berbagi dan berkolaborasi di sekolah dan sekolah lainnya yang ada di sekitar sekolah saya seperti SMA Negeri 2 Lamba Leda, SDK Weleng, SMP Negeri Satap Nempong, SDI Nempong.
Selain kegiatan berbagi dan berkolaborasi dengan beberapa sekolah sekitar, tentu yang paling penting yang saya lakukan adalah melakukan kegiatan pembelajaran inovatif dengan memanfaatkan aplikasi Rumah belajar atau Platform digital lainnya (pembelajaran yang memanfaatkan TIK). Praktik baik yang saya jalankan di kelas kemudian saya tularkan ke sekolah sekolah atau rekan-rekan guru di mana saya melakukan kegiatan berbagi dan berkolaborasi. Adapun hasil kegiatan atau praktik baik yang saya jalankan pada program PembaTIK level 4 ini, saya tuangkan dalam bentuk program yang berdampak pada murid dan hasil refleksinya saya tuang dalam bentuk tulisan ini.
Tujuan
Tujuan dari kegiatan berbagi dan berkolaborasi yang saya lakukan adalah agar rekan-rekan guru dapat memiliki pemahaman dan memanfaatkan TIK dalam pembelajaran. Tujuan berikutnya adalah saya dapat membagi praktik baik pemanfaatan TIK dalam pembelajaran.
Selain itu saya juga memperkenalkan berbagai platform digital untuk dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran seperti Rumah Belajar, PMM, AKun pembelajaran dan lain sebgainya.
Waktu dan Tempat
Kegiatan berbagi dan berkolaborasi pemanfaatan TIk dalam pembelajaran dilaksanakan di 5 (lima) sekolah yang ada di kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Adapun beberapa sekolah tersebut adalah SMP Negeri 2 Lamba Leda, SMA Negeri 2 Lamba Leda, SDK Weleng, SDI Nempong, SMP Negeri Satu Atap Nempong.
Peserta
Peserta kegiatan sesi berbagi dan berkolaborasi pemanfaatan TIK dalam pembelajaran adalah kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan yang ada di 5 sekolah tempat melakukan diseminasi.
Materi Kegiatan
Jadwal Kegiatan
Penutup
Sesi berbagi dan berkolaborasi dalam pemanfaatan TIK dan Praktik pembelajaran inovatif merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi saya sebagai peserta PembaTIK tahun 2022. Karena dengan sesi berbagi dan berkolaborasi ini pemahaman saya akan pemanfaat TIK semakin bertambah di mana dalam kegiatan ini rekan guru dan kepala sekolah saling belajar dan membagi pengetahuan yang dimiliki masing-masing. Dan ketika kita berada dalam komunitas praktisi ini, kita pun memiliki persepsi yang sama akan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran dan mendorong peningkatan motivasi belajar siswa melalui berbagai aplikasi digital seperti aplikasi Rumah Belajar dan PMM
Saya sangat berterima kasih terhadap panitia dan seluruh jajaran Kemendikbud Ristek yang menyelenggarakan kegiatan ini.
Link Berbagi dan Berkolaborasi https://youtu.be/qC9dYRnwBqY
Ad. 2 Praktik Pembelajaran Inovatif Berbasis TIK
Refleksi Program Pembelajaran Inovatif dengan Menggunakan Media dan Praktek
(Media TIK & Media Lainnya)
Latar Belakang
Penggunaan media pembelajaran akan menciptakan suasana belajar di kelas yang bagus dan efektif. Media pembelajaran membantu guru lebih mudah menjelaskan dan murid lebih mudah mengerti. Selain dengan menggunakan media pembelajaran, guru juga dapat membawa murid melakukan praktik. Guru mengajak murid melakukan praktik saat ada materi yang memerlukan praktik. Misalnya ke Ruang Ibadah untuk praktek materi Pendidikan Agama dan Budi Pekerti. Cara ini akan membuat murid tidak bosan dengan teori terus menerus. Murid tidak harus melihat buku pelajaran dan papan tulis saja. Murid akhirnya lebih paham akan materi pelajaran. Praktik juga akan membuat murid mampu mengingat materi pembelajaran lebih lama. Program ini adalah program/kegiatan sekolah yang berorientasi dan berpihak pada murid. Program/kegiatan ini termasuk dalam program intrakurikuler karena merupakan program/kegiatan utama sekolah yang dilakukan dengan menggunakan alokasi waktu yang telah ditentukan dalam struktur program sekolah. Program/Kegiatan ini dilakukan oleh guru dan murid dalam jam pelajaran setiap hari dan ditujukan untuk mencapai tujuan minimal dari setiap mata pelajaran dalam kurikulum. Program ini dijalankan dengan memperhatikan kepemimpinan murid (student agency) di mana murid benar-benar menjadi dasar utama dalam pengambilan setiap keputusan.
Tujuan Program
Murid mudah mengerti dan memahami pelajaran
Membantu murid mengingat materi pelajaran lebih lama
Menumbuhkan kecintaan murid pada media pembelajaran
Menumbuhkan lingkungan sekolah yang mana didalamnya terjadi kolaborasi antara guru dengan murid, murid dengan murid, dan murid dengan lingkungan sekitarnya.
Dasar dari menjalankan program ini adalah filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara yakni bahwa "maksud pengajaran dan pendidikan yang berguna untuk perikehidupan bersama adalah memerdekakan manusia sebagai anggota persatuan (rakyat)".
Poin/Komponen Profil Pelajar yang dikembangkan adalah
Mampu bergotong royong. Kepemimpinan murid memungkinkan murid untuk terlibat dan berinteraksi dengan orang lain, bekerja sama dan berkontribusi dalam masyarakat yang lebih luas.
Beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Menumbuhkembangkan kepemimpinan murid akan mendorong murid mengembangkan berbagai sikap-sikap positif yang merupakan pengejawantahan dari iman, ketakwaan dan akhlak mulia.
Mandiri. Menumbuhkembangkan kepemimpinan murid mendorong murid untuk mengambil kontrol dan bertanggung jawab pada proses pembelajarannya sendiri
Video Pembelajaran dapat dilihat di sini https://youtu.be/5UH8vI5Q-vU
Facts (Peristiwa
Ada pun kegiatan pembelajaran yang dijalankan dalam kelas adalah dengan memanfaatkan media pembelajaran yang berbasis TIK dan media yang disepakati bersama oleh siswa. Ada pun media TIK yang digunakan oleh siswa adalah HP dan Chromebook yang sudah disediakan oleh sekolah serta projektor untuk mempresentasikan materi dan menonton video pembelajaran. Pada media TIK Siswa diperkenalkan dengan aplikasi rumah belajar untuk melihat sumber belajar dan soal pada bank soal untuk mengetahui kesiapan belajar mereka. Selain itu juga siswa diperkenalkan dengan aplikasi kolaborasi google workspace for education seperti google docs, jamboard. Selain itu juga siswa diperkenalkan dengan aplikasi quizizz, padlet dan mentimeter untuk dapat mengerjakan tugas seperti tes formatif atau asesmen diagnostik kognitif awal. Selain media TIK, siswa juga menentukan media lainnya yang dapat disediakan secara bersama dalam kelompok untuk menyajikan hasil belajar mereka seperti media kertas manila besar, pensil, spidol atau pohon literasi yang dirancang oleh siswa sendiri.
Pembelajaran yang dilaksanakan adalah pembelajaran berdiferensiasi yang merupakan implementasi kurikulum merdeka. Sangatlah penting media TIK dan media lain yang dibuat oleh siswa untuk mengakomodir kebutuhan belajar murid dalam memahami pembelajaran.
Dalam menjalankan program ini ada banyak hal baik yang ditemukan terutama pada diri peserta didik sendiri, seperti mereka memiliki kemampuan dalam mengoperasikan alat TIK dan memiliki pengalaman menarik dalam memanfaatkan TIK untuk asesmen dan mengumpulkan tugas. Pemanfaatan media pembelajaran juga sangat penting terutama dalam mendiferensiasi pembelajaran pada profil belajar murid. Selain itu juga pemanfaatan media dapat menjadi ide menarik dalam mendiferensiasikan kelas. Karena hasil dari kegiatan pembelajaran akan dipajangkan dalam kelas sebagai bahan literasi murid di kemudian hari.
Manfaat lain yang diperoleh dari penggunaan media dalam pembelajaran adalah terciptanya lingkungan yang kolaboratif di antara peserta didik dan guru. Hal ini terjadi karena sebelum pembelajaran berlangsung, siswa bersama guru terlebih dahulu menentukan media-media apa saja yang hendak digunakan dalam pembelajaran tersebut, dan apa hasil yang hendak dicapai dari kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan media pembelajaran tersebut.
Manfaat akhir dari kegiatan atau program ini adalah tentu murid yang berkarakter profil pelajar pancasila, yang mana mereka benar-benar menjadi pelajar sepanjang hayat yang memiliki karakter sesuai profil pelajar pancasila.
Adapun kendala yang ditemukan dalam kegiatan pembelajaran adalah pada murid yang sebelumnya mereka belum memiliki gadget seperti HP. Tetapi berkat kerja sama atau kolaborasi dalam kelompok kendala tersebut dapat diatasi dengan mudah. Untuk mengatasi kendala tersebut juga dilakukan pendamping teman sebaya yang dilakukan oleh teman yang sudah mampu kepada murid yang belum mampu mengoperasikan alat TIK.
Feeling (Perasaan)
Awalnya ketika hendak menjalankan program atau kegiatan ini ada perasaan cemas bahwa nanti siswa akan sangat lamban dalam memahami pembelajaran. Hal ini dikarenakan ada di antara siswa yang belum memiliki perangkat TIK seperti HP Android. tetapi apa yang terjadi ketika dibuat kesepakatan dalam menentukan media pembelajaran siswa sangat antusias dan bahkan tidak ada sedikit pun kecemasan dalam diri mereka yang tidak memiliki perangkat Android. Oleh karena itu kegiatan pembelajaran pun berlangsung dengan sangat menyenangkan. Bahkan siswa sungguh menikmati berbagai proses yang difasilitasi dari kegiatan pembukaan sampai kegiatan penutup. Sebagai guru, saya bersyukur bahwa apa yang menjadi tujuan dari kegiatan pembelajaran itu sendiri dapat tercapai dan saya mengambil kesimpulan bahwa penting bagi guru memanfaatkan media TIK dan media lainnya yang mengakomodir kebutuhan belajar murid.
Findings (Pembelajaran)
Pelajaran yang saya dapatkan dari program atau kegiatan pembelajaran memanfaatkan media dan praktik ini adalah pertama, diferensiasi pembelajaran dalam mengakomodir kebutuhan belajar murid dan diferensiasi tata letak atau layout kelas (lingkungan belajar). Kedua, program pemanfaatan media dan praktik dapat meningkatkan literasi murid pada media seperti TIK atau pun media lainnya. Ketiga, murid terbiasa untuk berkolaborasi dan memanfaatkan lingkungan sekitarnya dalam belajar. Hal sangat baru saya temukan dalam kegiatan pembelajaran memanfaatkan media seperti TIK ini adalah murid belajar sambil bermain. Kodrat anak yang senantiasa mau bermain sepertinya diakomodir dalam pembelajaran yang mana aplikasi pembelajaran seperti quizizz atau mentimeter digunakan dalam pembelajaran. Selain itu hal baru lainnya adalah kepemimpinan murid (student agency), yang mana murid merasa bahwa kegiatan pembelajaran itu sendiri adalah milik mereka; suara (voice), pilihan (choice) dan kepemilikan (ownership) benar-benar ada dalam diri murid sendiri.
Future (Penerapan)
Yang bisa dilakukan dalam pembelajaran selanjutnya adalah pertama, kegiatan pemetaan kebutuhan belajar murid. Guru perlu mengetahui karakteristik murid yang beragam berserta dengan berbagai kebutuhan belajarnya. Kedua, dalam menjalankan program perlu mengakomodir suara, pilihan dan kepemilikan murid (kepemimpinan murid/student agency). Murid benar-benar dilibatkan dalam menentukan program atau kegiatan itu dapat berjalan dengan baik. Ketiga, sangat perlu mengintegrasikan media seperti TIK dalam pembelajaran. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan yang dicanangkan oleh bapak pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara, bahwa pendidikan merupakan kegiatan menuntun anak sesuai kodrat (alam dan zamannya) untuk menemukan kebahagiaan dan keselamatan yang setinggi-tingginya baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat.
Yang saya pelajari dari program ini adalah saya benar-benar dapat menjadi fasilitator pembelajaran yang menuntun anak sesuai kodratnya, saya memamhami karakter, kebutuhan dan kepemimpinan murid. Dengan pembelajaran inovatif yang memanfaatkan media TIK dan praktik dalam pembelajaran saya benar-benar belajar menuntun murid dan memanfaatkan media dan praktik dalam pembelajaran. Pada akhirnya saya hendaknya mampu menuntun murid menjadi pelajar sepanjang hayat yang berkarakter sesuai profil pelajar pancasila.
Dokumentasi Kegiatan:



.jpeg)


Peran kita tidak lebih dari memfasilitasi proses untuk mencapai tujuan belajar. Dan pa guru sudah melakukannya. Terima kasih untuk dedikasinya
BalasHapusTerima kasih Pak Hiro, di tengah keterbatasan fasilitas dan jaringan kita tetap berkomitmen untuk melakukan yang terbaik bagi anak negeri, bagaimana pun caranya walaupun hal yang kecil sekalipun kita tetap semangat dan bergerak
Hapus